Laporan memilukan muncul terkait dugaan kekerasan fisik yang dialami seorang perempuan bernama Jesica Cintya selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Dugaan tindakan tersebut diperkuat oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan korban diduga ditendang hingga dicekik oleh seorang pria yang disebut sebagai Norman Tarigan.
Setelah video itu tersebar luas dan menuai reaksi publik, Norman Tarigan diketahui telah menonaktifkan seluruh akun media sosialnya. Pihak yang menyampaikan laporan tersebut mendesak agar yang bersangkutan segera muncul ke publik untuk menunjukkan itikad baik, menyelesaikan persoalan secara bertanggung jawab, serta berkomitmen tidak mengulangi tindakan serupa kepada siapa pun di masa depan.
Pernyataan tersebut juga menyoroti bahwa pengkhianatan yang disertai kekerasan merupakan bentuk kepengecutan. Disebutkan bahwa ketika seseorang berselingkuh, ia kehilangan integritasnya; dan ketika ia menggunakan kekerasan fisik untuk menutupi rasa takut atau rasa bersalah, ia telah kehilangan sisi kemanusiaannya. Kekerasan, menurut pernyataan itu, hanyalah tameng rapuh bagi seseorang yang gagal mengendalikan konflik batinnya sendiri.
Pesan penutupnya menegaskan bahwa korban tidak seharusnya merasa bertanggung jawab atas kondisi mental atau tindakan orang lain, serta mengingatkan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun.
KEKERASAN BUKAN HAL YANG BISA DIMAKLUMI
